ktm-rc250-test-ride-01.jpg

Assalamu’alaikum guys..

Akhirnya kesampaian juga Isalblogger ngetest KTM RC250 di jalan raya. Sebelumnya Isalblogger udah pernah ngetest RC250 sewaktu di area test ride event pameran otomotif GIIAS, ICE BSD, Tangerang. Namun masih belum memuaskan dahaga karena luas area test ride yang tidak mencukupi untuk ngerasain power RC250 yang sesungguhnya.

motor.jpg

Nah, kesempatan test jalanan kali ini Isalblogger dapatkan ketika berkunjung ke rumah mang Kobayogas. Di sana sudah bertengger unit test harian KTM RC250 dan (ternyata) ada juga unit test Honda CMX500 Rebel..weww. Okelah, tujuan utama Isalblogger test RC250 dulu. Area test ride kali ini di daerah komplek perumahan sekitaran BKT.

ktm-rc250-boncengan.jpg

Ketika menuju area test ride, Isalblogger naik KTM RC250 dengan membonceng blogger iwak, Ferboes Richardson. Feeling berboncengan memang cukup terasa tekanan tangan di setang akibat sandaran boncenger. Namun menurut bro Ferboes, impresi membonceng di atas KTM RC250 tidak menyiksa seperti di atas YZF R15. Karena memang buntut sang RC tidak terlalu panjang dan jok sangat lebar karena membentuk body tail.

Meski berboncengan, power KTM RC250 yang beringas benar-benar ngejambak sewaktu digeber ketika dapat space kosong di jalan raya. Lebih beringas dari KTM RC200 tapi masih di bawah power KTM RC390. Engine brake juga rada halus berkat slipper clutch system.

ktm-rc250-test-ride-07.jpg

 

Untuk manuver menikung pun, seperti ciri khas KTM RC series, sangat brilian. Ringan dan mudah ditekuk ke kanan dan ke kiri. Berkat dukungan shock kenamaan seperti WP Suspension dan grip ban Pirelli yang jempolan. Pas bangetlah kalo mau turun trackday di sirkuit. Dan cocok juga untuk latihan awal cornering dengan motor sport di sirkuit. Karena bobotnya yang ringan dan ergonominya yang sangat sporty mendukung gesture badan untuk menggantung serta merunduk ketika motor miring di tikungan.

ktm-rc250-test-ride-02

 

Memang seganteng-gantengnya tampilan KTM RC250, tetap saja agak aneh kalau dengar suara idle (langsam) mesinnya. Suara seperti itu lebih cocok untuk motor trail KTM ketimbang motor sport racing. Cuma ketika digeber kencang pas ngebut, memang keren sih suaranya dan agak halus. Ya bagi yang menyukainya tanpa peduli suara “khas”nya, KTM RC250 sangat worth to buy melihat dari performa yang dahsyat, fitur-fitur mumpuni, desain indah khas KISKA Austria dan harganya yang cuma 48 juta OTR Jakarta. Apalagi bagi yang merasa jenuh dengan brand Jepang namun dana tidak banyak, untuk awal bisalah melenceng ke brand eropa macam KTM ini. Semoga manfaat.

Wassalam

 

 

Advertisements